REMAJA AWAL DAN PERMASALAHANNYA

Berikut ciri-ciri perkembangan remaja awal (usia ±12–15 tahun) dan permasalahan yang sering muncul


1. Perkembangan Fisik

Ciri-ciri:

  • Pertumbuhan badan sangat cepat (growth spurt).
  • Mulai muncul ciri-ciri seksual sekunder (suara berubah, menstruasi, mimpi basah, perubahan bentuk tubuh).
  • Kulit lebih berminyak, jerawat mulai muncul.
  • Energi tinggi tetapi koordinasi tubuh kadang belum stabil.

Permasalahan:

  • Body image: tidak percaya diri dengan perubahan tubuh.
  • Canggung, mudah merasa malu.
  • Kurang nyaman dengan suara atau bentuk tubuh yang berubah.
  • Kesalahan persepsi tentang “standar tubuh ideal”.

2. Perkembangan Kognitif

Ciri-ciri:

  • Mulai mampu berpikir abstrak, tetapi masih labil.
  • Suka mempertanyakan aturan dan otoritas.
  • Mulai memiliki pendapat sendiri.
  • Mudah penasaran dan banyak mencoba hal baru.

Permasalahan:

  • Pengambilan keputusan masih impulsif.
  • Rentan terpengaruh teman sebaya.
  • Sulit mengatur prioritas belajar.
  • Mudah terdistraksi oleh gadget dan media sosial.

3. Perkembangan Emosi

Ciri-ciri:

  • Emosi intens, cepat berubah (mood swing).
  • Sensitif terhadap kritik.
  • Mulai mencari cara mengekspresikan perasaan.
  • Ingin dihargai sebagai “sudah besar”.

Permasalahan:

  • Mudah tersinggung, marah, atau sedih tiba-tiba.
  • Konflik dengan orang tua meningkat.
  • Cenderung menyembunyikan perasaan.
  • Rentan stres akademik dan pertemanan.

4. Perkembangan Sosial

Ciri-ciri:

  • Pengaruh teman sebaya sangat kuat.
  • Mulai ingin mandiri dari orang tua.
  • Mulai mengeksplorasi identitas diri.
  • Ingin diterima dalam kelompok.

Permasalahan:

  • Tekanan untuk “menyesuaikan diri”.
  • Rentan pada pergaulan negatif jika tidak diawasi.
  • Rasa minder jika tidak populer.
  • Konflik kelompok pertemanan.

5. Perkembangan Moral & Spiritual

Ciri-ciri:

  • Mulai membentuk nilai dan prinsip pribadi.
  • Mulai memahami konsekuensi jangka panjang.
  • Mulai ingin memaknai hidup dan tujuan.

Permasalahan:

  • Nilai sering berubah-ubah.
  • Bingung menentukan identitas moral.
  • Krisis kepercayaan diri dan jati diri (identity confusion).
  • Mudah mengikuti figur publik tanpa filter nilai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *